Selasa, 28 November 2017

REFARAT KESEHATAN MENTAL

KESEHATAN MENTAL

BAB I PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang Masalah 
Dalam setiap tahap perkembangan manusia terdapat kriteria sehat mental, kesehatan mental pada anak berbea dengan sehat mental pada remaja, begitu pula berbeda dengan dewasa. Dimana kesehatan mental yang normal pada setiap tahap perkembangan. 
Sedangkan yang dimaksud Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan dan gangguan mental baik berupa neurosis maupun psikosis (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial). 
Mental yang sehat tidak akan mudah terganggu oleh Stressor (Penyebab terjadinya stres) orang yang memiliki mental sehat berarti mampu menahan diri dari tekanan-tekanan yang datang dari dirinya sendiri dan lingkungannya. Noto Soedirdjo, menyatakan bahwa ciri-ciri orang yang memiliki kesehatan mental adalah Memiliki kemampuan diri untuk bertahan dari tekanan-tekanan yang datang dari lingkungannya. Sedangkan menurut Clausen Karentanan (Susceptibility) Keberadaan seseorang terhadap stressor berbeda-beda karena faktor genetic, proses belajar dan budaya yang ada dilingkungannya, juga intensitas stressor yang diterima oleh seseorang dengan orang lain juga berbeda. 
 Mental sehat manusia dipengaruhi oleh faktor internal dan external. Keduanya saling mempengaruhi dan dapat menyebabkan mental yang sakit sehingga bisa menyebabkan gangguan jiwa dan penyakit jiwa. 
Kesehatan mental merupakan keinginan wajar bagi setiap manusia seutuhnya, tapi tidaklah mudah mendapatkan kesehatan jiwa seperti itu. Perlu pembelajaran tingkah laku, pencegahan yang dimulai secara dini untuk mendapatkan hasil yang dituju oleh manusia. Untuk menelusurinya diperlukan keterbukaan psikis manusia ataupun suatu penelitian secara langsung atau tidak langsung pada manusia yang menderita gangguan jiwa. Pada dasarnya untuk mencapai manusia dalam segala hal diperlukan psikis yang sehat. Sehingga dapat berjalan menurut tujuan manusia itu diciptakan secara normal. 
Kesehatan mental adalah keserasian atau kesesuaian antara seluruh aspek psikologis dan dimiliki oleh seorang untuk dikembangkan secara optimal agar individu mampu melakukan kehidupan-kehidupan sesuai dengan tuntutan-tuntutan atau nilai-nilai yang berlaku secara individual, kelompok maupun masyarakat luas sehingga yang sehat baik secara mental maupun secara sosial. 

BAB II PEMBAHASAN 
 A. Kesehatan Mental pada Anak 
Pada usia 5-7 tahun, Usia ini adalah usia sekolah awal. Anak mulai masuk Taman Kanak-kanak. Ia memulai untuk berusaha berdiri sendiri di dunia luarnya. Ia tidak lagi berada di sisi ibunya terus-menerus. Di TK ia akan mulai berlatih berbagai keterampilan. Kemampuan melihat, menerima pengertian, berpikir, berbahasa, yang masih sederhana akan dikembangkan dengan berhadapan langsung dengan dunia luar. Hal-hal yang dialaminya secara langsung akan semakin banyak dan semakin bervariasi. 
Aktifitasnya akan meningkat, dan porsi waktu yang semula ia habiskan dalam rumah saja bergeser menjadi banyak di luar rumah. Dan ia juga akan melihat dunia yang melibatkan lebih banyak orang, dengan berbagai perilakunya. Di sinilah orang tua sering menjadi cemas, sebab khawatir perilaku orang lain akan memberi pengaruh yang tidak baik bagi anak. 
Dalam proses mengasah ketrampilan ini, setiap anak memiliki kecepatan yang berbeda-beda, walaupun anak itu sebenarnya normal. Di sinilah peran ibu / orang tua cukup besar. Kadang kala ibu merasa cemas dan “senewen” melihat anaknya kurang cepat dibanding anak lain, dan akhirnya menyuruh anak untuk lebih cepat. Ini kadang malah berakibat anak menjadi semakin tegang dan bertentangan dengan ibunya. 
Hal lain yang sering dilakukan ibu adalah mengambil alih tugas mengerjakan pekerjaan rumah atau prakarya yang diberikan gurunya. Pengambilalihan ini bisa juga berupa menyuruh kakaknya yang lebih besar untuk mengerjakannya. Memang akhirnya si anak akan mengumpulkan hasil karya yang baik, mungkin malah paling baik di kelasnya, dan memperoleh nilai yang tinggi, akan tetapi hal ini sebenarnya malah berakibat tidak baik bagi perkembangan anak. Anak akan menjadi tidak bertambah terampil (malah ibu atau kakaknya yang tambah terampil), dan secara tidak sadar akan menanamkan pada anak bahwa ia tidak perlu repot-repot karena akan selalu dibantu ibunya. Fungsi sekolah yang bertujuan untuk membentuk tanggung jawab,kewajiban, dan keterampilan pun tidak tercapai sebagaimana direncanakan. Hal yang mungkin terjadi juga, si anak dapat menjadi terbiasa menyalahgunakan kasih ibunya itu dengan berlambat-lambat dalam melakukan suatu tugas, dengan harapan akan diambil alih oleh ibunya. 
Pertentangan lain yang sering terjadi juga di usia ini adalah pertentangan antara pengaruh ayah dan pengaruh ibu. Pada usia ini, di mana dunia si anak sudah mulai meluas dan ia mulai bisa membedakan banyak orang, ia akan dapat melihat ayah dan ibunya sebagai orang yang berbeda. Jika ia melihat bahwa ayahnya mengharapkan lain dengan apa yang ibunya harapkan, ia akan mengalami pertentangan, sebab tidak mungkin baginya memenuhi harapan keduanya sekaligus. Hal ini dapat memberikan pengaruh buruk pada usahanya untuk melepaskan diri dari ketergantungan dan berdiri sendiri. 
Pada usia 7-11 tahun, keseimbangan antara ketergantungan dan mampu berdiri sendiri mulai tampak. Anak (terutama anak laki-laki) akan semakin senang bermain sendiri / bersama temannya di luar rumah. Pada saat anak ini bermain, ia secara tak sadar sebenarnya sedang berusaha melepaskan ketergantungannya dengan ibunya di rumah, dan berdiri sendiri bersama teman-temannya di sekitar rumah. Seorang anak laki-laki di usia ini, jika masih memperlihatkan ketergantungan secara terang-terangan terhadap ibunya, malah merupakan hal yang tidak normal dan harus diwaspadai. 
Di saat seorang anak masuk Sekolah Dasar, ia mengalami peralihan antara bermain dengan “bekerja”. Perkembangan yang terjadi selain berusaha berdiri sendiri, juga sudah mulai rasa tanggung jawab dan memiliki kewajiban terhadap tugas belajarnya di sekolah. Di sini peranan sekolah selain mengajarkan ilmu pengetahuan ,adalah memberi tugas-tugas yang merangsang perkembangan tanggung jawab dan rasa punya kewajiban . Tugas dari sekolah diarahkan untuk merangsang inisiatif dan kemampuan berusaha mengatasi masalah yang dihadapi. Kadangkala orang tua ingin memberikan anak suatu masa kanak-kanak yang menyenangkan, sehingga akibatnya mereka malah terlalu melonggarkan anak dari kewajiban dan tugas yang diberikan dari sekolah. Orang tua kadangkala malah mengajak anak bermain-main dan tidak mengharuskan si anak mengerjakan tugas sekolah. Ini malah berakibat anak tidak dapat belajar disiplin dalam mengerjakan sesuatu. Sering terjadi juga orang tua mengerjakan tugas sekolah si anak, dengan berbagai alasan. Ada yang beralasan agar si anak tidak terlalu repot, atau agar si anak punya nilai yang bagus, dan lain sebagainya. Hal ini tidaklah baik, sebab malah akan mengakibatkan si anak terhambat perkembangannya. 
Selain itu, anak juga akan mulai banyak bergaul dengan teman sebayanya. Mulanya ia akan tetap berbaur dengan laki-laki dan perempuan, tapi lama-kelamaan mereka akan berkelompok sejenis. Anak laki-laki akan banyak melakukan aktifitas yang dilarang, misalnya bermain di tempat yang dilarang. Hal ini mereka lakukan karena mau menunjukkan sikap jantannya. Hal ini tidak perlu menjadi kekuatiran yang berlebihan selama kenakalan mereka tidak keterlaluan dan tidak membahayakan. Akan tetapi tentunya juga tidak berarti orang tua bisa melepas begitu saja. 
B. Kesehatan Mental pada Remaja 
Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. 
Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun. 
Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga. 

Dilihat dari bahasa inggris "teenager", remaja artinya yakni manusia berusia belasan tahun.Dimana usia tersebut merupakan perkembangan untuk menjadi dewasa. Oleh sebab ituorang tua dan pendidik sebagai bagian masyarakat yang lebih berpengalaman memiliki peranan penting dalam membantu perkembangan remaja menuju kedewasaan Remaja juga berasal dari kata latin "adolensence" yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial, danfisik (Hurlock, 1992). Remaja memiliki tempat di antara anak-anak dan orang tua karena sudah tidak termasuk golongan anak tetapi belum juga berada dalam golongan dewasa atau tua. Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek / fungsi untuk memasuki masa dewasa.Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Sedangkan menurut Zakiah Darajat (1990: 23) remaja adalah: Masa peralihan di antara masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisiknya maupun perkembangan psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang. Hal senada diungkapkan oleh Santrock (2003: 26) bahwa remaja (adolescene) diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional. Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun. 

Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu : 
  • • 12 – 15 tahun 
  • • masa remaja awal, 15 – 18 tahun 
  • • masa remaja pertengahan, dan 18 – 21 tahun 
  • • masa remaja akhir. T


etapi Monks, Knoers, dan Haditono membedakan masa remaja menjadi empat bagian, yaitu masa pra-remaja 10 – 12 tahun, masa remaja awal 12 – 15 tahun, masa remaja pertengahan 15 – 18 tahun, dan masa remaja akhir 18 – 21 tahun (Deswita, 2006:192) Definisi yang dipaparkan oleh Sri Rumini & Siti Sundari, Zakiah Darajat, dan Santrock tersebut menggambarkan bahwa masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak dengan masa dewasa dengan rentang usia antara 12-22 tahun, dimana pada masa tersebut terjadi proses pematangan baik itu pematangan fisik, maupun psikologis. 
Dalam psikologi perkembangan remaja dikenal sedang dalam fase pencarian jati diri yang penuh dengan kesukaran dan persoalan. Fase perkembangan remaja ini berlangsung cukup lama kurang lebih 11 tahun, mulai usia 11-19 tahun pada wanita dan 12-20 tahun pada pria. Fase perkebangan remaja ini dikatakan fase pencarian jati diri yang penuh dengan kesukaran dan persoalan adalah karena dalam fase ini remaja sedang berada di antara dua persimpangan antara dunia anak-anak dan dunia orang-orang dewasa. 
Secara tradisional masa remaja dianggap sebagai periode “badai dan topan”, suatu masa dimana ketegangan emosi meninggi sebagai akibat dari perubahan fisik dan kelenjar. Ciri perkembangan psikologis remaja adalah adanya emosi yang meledak-ledak, sulit dikendalikan, cepat depresi (sedih, putus asa) dan kemudian melawan dan memberontak. Emosi tidak terkendali ini disebabkan oleh konflik peran yang senang dialami remaja. Oleh karena itu, perkembangan psikologis ini ditekankan pada keadaan emosi remaja. 
Keadaan emosi pada masa remaja masih labil karena erat dengan keadaan hormon. Suatu saat remaja dapat sedih sekali, dilain waktu dapat marah sekali. Emosi remaja lebih kuat dan lebih menguasai diri sendiri daripada pikiran yang realistis. Kestabilan emosi remaja dikarenakan tuntutan orang tua dan masyarakat yang akhirnya mendorong remaja untuk menyesuaikan diri dengan situasi dirinnya yang baru. Hal tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh Hurlock (1990), yang mengatakan bahwa kecerdasan emosi akan mempengaruhi cara penyesuaian pribadi dan sosial remaja. Bertambahnya ketegangan emosional yang disebabkan remaja harus membuat penyesuaian terhadap harapan masyarakat yang berlainan dengan dirinya. 
Ada dua faktor yang mempengaruhi mental remaja, yaitu : 
A. Faktor Internal 
 Internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang seperti sifat, bakat, keturunan dan sebagainya. Contoh sifat yaitu seperti sifat jahat, baik, pemarah, dengki, iri, pemalu,pemberani, dan lain sebagainya. Contoh bakat yakni misalnya bakat melukis, bermain musik, menciptakan lagu, akting, dan lain-lain. Sedangkan aspek keturunan seperti turunan emosi, intelektualitas, potensi diri, dan sebagainya. 
B. Faktor Eksternal 
Faktor eksternal merupakan faktor yang berada di luar diri seseorang yang dapat mempengaruhi mental seseorang. Lingkungan eksternal yang paling dekat dengan seorang manusia adalah keluarga seperti orang tua, anak, istri, kakak, adik, kakek-nenek, dan masih banyak lagi lainnya. 
Faktor luar lain yang berpengaruh yaitu seperti hukum, politik, sosial budaya, agama, pemerintah, pendidikan, pekerjaan, masyarakat, dan sebagainya. Faktor eksternal yang baik dapat menjaga mental seseorang, namun faktor external yang buruk / tidak baik dapat berpotensi menimbulkan mental tidak sehat. 
Menurut Mappiare (dalam Hurlock, 1990) remaja mulai bersikap kritis dan tidak mau begitu saja menerima pendapat dan perintah orang lain, remaja menanyakan alasan mengapa sesuatu perintah dianjurkan atau dilarag, remaja tidak mudah diyakinkan tanpa jalan pemikiran yang logis. Dengan perkembangan psikologis pada remaja, terjadi kekuatan mental, peningkatan kemampuan daya fikir, kemampuan mengingat dan memahami, serta terjadi peningkatan keberanian dalam mengemukakan pendapat. 
Manusia pada masa remaja yang sedang mencari jati dirinya membuat emosinya menjadi sangat labil dan mudah terganggu kesehatan mentalnya. Kriteria remaja yang bermental sehat adalah sebagai berikut : 
  1. Dapat menerima perubahan – perubahan yang terjadi pada dirinya dengan lapang dada 
  2. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya (teman sebayanya) 
  3. Dapat mengatasi gejolak-gejolak seksualitasnya 
  4. Mampu menemukan jati dirinya dan berprilaku sesuai jati dirinya tersebut 
  5. Dapat menyeimbangkan pengaruh orang tua dan pengaruh teman sebayanya 
  6. Dapat mengaktualisasikan kemampuannya baik dalam sekola maupun lingkungan sosialnya 
  7. Tidak mudah goyah apabila terjadi konflik-konflik yang membutuhkan penyelesaian dengan pikiran yang jernih 
  8. Memiliki cita-cita atau tujuan hidup yang dapat di kejar dan di wujudkan untuk memotivasi diri menjadi seorang yang berguna 
  9. Memiliki integrasi kepribadian 
  10. Memiliki perasaan aman dan perasaan menjadi anggota kelompoknya 

 C. Kesehatan Mental pada Dewasa dan Usia lanjut 

Orang dewasa merupakan kelompok usia yang perlu memperoleh perhatian dari berbagai bidang keilmuan. Namun demikian, problem-problem kesehatan, khususnya kesehatan mental dikalangan mereka juga makin kompleks. Orang dewasa dan lanjut usia termasuk kelompok yang memiliki masalah dengan kesehatan mental. Orang dewasa, yaitu yang usianya di bawah 55 tahun, banyak mengalami masalah sehubungan dengan problem keluarga dan pekerjaan. Yang sangat banyak dihadapi oeleh mereka adalah konflik-konflik keluarga, peran sosial keluarganya, pengasuhan anak, pertanggung jawaban sosial ekonomi keluarga dan dunia kerja. 
Dikalangan orang lanjut usia, problem kesehatan mental juga perlu memperoleh perhatian. Problem yang umum terjadi adalah depresi. Karena terjadinya penurunan relasi sosial dan peran-peran sosial, dan kemungkinan adanya fakto genetik, depresi di kalangan lansia sering terjadi. Demikian jugademensia, yaitu penurunan kemampuan kognitif secaraprogresif, di kalangan lansia ini banyak di jumpai. Gangguan mental lain yang di alami banyak lansia adalah obsesif, kecemasan, hilangnya relasi sosial dan pekerjaan. Pencegahan itu menghindari terjadinya resiko lebih buruk bagi kalangan orang dewasa dan lansia sehubungan dengan kesehatan mentalnya. Pecegahan, di lakukan dengan melibatkan banyak pihak, termasuk keluarganya sendiri. 
BAB III PENUTUP 
A. Simpulan

Kesehatan mental adalah terhindarnya orang dari gejala - gejala gangguan jiwa serta mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain maupun dengan masyarakat dimana seseorang itu berada dan bisa mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi, bakat dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin untuk mewujudkan suatu keharmonisan yang sungguh - sungguh antara fungsi - fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem - problem biasa yang terjadi, dan merasakan secara positif kebahagian dan kemampuan dirinya sendiri. 
Kesehatan mental merupakan faktor terpenting untuk menjalankan kehidupan manusia secara normal. Psikis manusia jika tidak dijaga akan menimbulkan suatu gangguan jiwa yang lambat laun dibiarkan akan menjadi suatu beban yang berat bagi penderitanya. Di antara gangguan jiwa meliputi Somatofarm, kelainan kepribadian, Psikoseksual, gangguan penggunaan zat-zat dan gangguan kecemasan dan sebagainya, yang dari gangguan jiwa itu disebabkan karena ada faktor yang mempengaruhinya meliputi factor internal dan eksternal, juga dapat disebabkan karena pengalaman awal, proses pembelajaran, dan kebutuhan. Dengan adanya gangguan jiwa karena pengaruh tersebut dibutuhkan terapi penyembuhan sampai manusia dinyatakan benar-benar sehat baik jasmani maupun psikisnya. 

DAFTAR PUSTAKA 
  • Hurlock, E. (2002). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga 
  • Sunarto & Agung, Hartono. (2002). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : PT. Rineka Cipta 
  • Willis, Sofyan. (2005). Remaja dan Masalahnya. Bandung : Alfabeta 
  • Yusuf, Syamsu & Nurihsan, Juntika. (2005). Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung : Remaja Rosdakarya 
  • Yusuf, Syamsu (2004). Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Bandung: Remaja Rosda Karya. 
  • Notosoedirjo, Moeljono. 2000. Kesehatan Mental. Malang: Universitas Muhammadiyah 
  • Sarwono, Sarlito Wirawan. 1986. Pengantar Umum Psikologi. Bandung: Bulan Bintang.

Senin, 10 November 2014

Foto-Qu Catatan Harian-Qu: Introduction "The E_Class (Part 4) -Natural and Be...

Foto-Qu Catatan Harian-Qu: Introduction "The E_Class (Part 4) -Natural and Be...: pada bagian akhir dari pengenalan E_Class., gue akan menampilkan beberapa foto-foto koleksi saya mengenai E_Class., semoga saja ini dapat ...

Foto-Qu Catatan Harian-Qu: Introduction "The E_Class (Part 3) - Who They Are?...

Foto-Qu Catatan Harian-Qu: Introduction "The E_Class (Part 3) - Who They Are?...: hay guys., sesuai judul.,,,WHO THEY ARE? yep,,akan jadi bahan pembahasanku kali ini.,, baik nama mereka,,nama account facebook mereka mau...

Foto-Qu Catatan Harian-Qu: Introduction "The E_Class (Part 2) - The NeW PiC"

Foto-Qu Catatan Harian-Qu: Introduction "The E_Class (Part 2) - The NeW PiC": Wah,,mungkin kalian pada penasaran siapa saja yang ada d foto-foto Introduction “The E_Class (part 1 dan part 2)”..ini,.,., yang jelas merek...

Foto-Qu Catatan Harian-Qu: Introduction "The E_Class (Part 1) - The OLd PiC"

Foto-Qu Catatan Harian-Qu: Introduction "The E_Class (Part 1) - The OLd PiC": memperkenalkan para orang blak-blakan semua alias teman sekelas SMA ku dulu.,kita menyebut diri kami The E_Class..mungkin timbul pertanyaan,...

Minggu, 02 November 2014

Kabinet Kerja Jokowi

Ini Daftar Lengkap Kabinet Jokowi-JK

Twitter
Presiden Jokowi ketika mengumumkan kabinet.
Presiden Jokowi ketika mengumumkan kabinet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Jokowi mengumumkan daftar lengkap menteri yang akan membantunya dalam pemerintahan periode 2014-2019. Jokowi memberi nama Kabinet Kerja. Berikut susunannya:

1. Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

2. Menteri Bappenas Andrinof Chaniago

3. Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo.

4. Menhub Ignatius Jonan

5. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

6. Menteri Pariwisata Arief Yahya

7. Menteri ESDM Sudirman Said

8. Menko Polhukam Tedjo Edy Purdjianto.

9. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo

10. Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi

11. Menhan Ryamizard Ryacudu

12. Menkumham Yasonna Laoly

13. Menkominfo Rudiantara

14. Menteri PAN RB Yuddy Chrisnandi

15. Menko Perekonomian Sofyan Djalil

16. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro

17. Menteri BUMN Rini Soemarno

18. Menteri Koperasi dan UKM AAN Puspayoga

19. Menteri Perindustrian Saleh Husin

20. Menteri Perdagangan Rahmat Gobel

21. Menteri Pertanian Amran Sulaiman

22. Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri

23. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono

24. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya

25. Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan

26. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani

27. Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin

28. Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek

29. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa

30. Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak Yohanan Yambise

31. Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan

32. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir

33. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi

34. Menteri Pembangunan Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar

Selasa, 04 September 2012

Toxoplasmosis

Toxoplasmosis Toxoplasmosis merupakan penyakit zoonosis yaitu penyakit pada hewan yang dapat ditularkan ke manusia. Penyakit ini disebabkan oleh protozoa yang dikenal dengan nama Toxoplasma gondii, yaitu suatu parasit yang obligate intraselluler dan banyak menginfeksi manusia dan hewan peliharaan, tetapi jarang menimbulkan penyakit serius, karena biasanya bersifat self limited pada individu sehat. Penyakit ini biasanya terjadi melalui kontak dengan tinja kucing, makan makanan mentah, atau makanan daging yang terkontaminasi dengan toxo ini. Penyakit toxoplasmosis biasanya ditularkan dari kucing atau anjing tetapi penyakit ini juga dapat menyerang hewan lain seperti babi, sapi, domba, burung dan hewan peliharaan lainnya. Walaupun sering terjadi pada hewan-hewan yang disebutkan di atas penyakit toxoplasmosis ini paling sering dijumpai pada kucing dan anjing. Untuk tertular penyakit toxoplasmosis tidak hanya terjadi pada orang yang memelihara kucing atau anjing tetapi juga bisa terjadi pada orang lainnya yang suka memakan makanan dari daging setengah matang atau sayuran lalapan yang terkontaminasi dengan agent penyebab penyakit toxoplasmosis. Penderita toxoplasmosis sering tidak memperlihatkan suatu gejala klinis yang jelas sehingga dalam menentukan diagnosis penyakit toxoplasmosis sering terabaikan dalam praktek dokter sehari-hari. Hanya sekitar 20% wanita hamil dengan toxoplasmosis yang menunjukkan gejala dari penyakit ini. Tetapi jika seorang wanita terinfeksi sesaat sebelum atau selama kehamilan, maka sekitar 40-50% akan dapat menularkan penyakit ini ke bayi dalam kandungannya, walaupun ibu hamil sendiri tidak merasa sakit. Apabila penyakit toxoplasmosis mengenai wanita hamil trismester ketiga dapat mengakibatkan hidrochephalus, khorioretinitis, tuli atau epilepsi, bayi lahir dengan anencephalus (bayi lahir dengan tanpa batok kepala). Siklus hidup Siklus hidup toxoplasma ada dua fase, yaitu fase intestinal dan ekstraintestinal. Fase intestinal hanya terjadi dalam intestinum kucing. Enzim pencernaan dihasilkan toxoplasma untuk menembus dinding intestinum. Reproduksi parasit menghasilkan berjuta-juta oocyst yang tidak infeksius, yang akan diekskresikan bersama feses. Di luar tubuh kucing, oocyst mengalami sporulasi (sporogony) yang terjadi paling lama 21 hari, dan menghasilkan oocyst infeksius. Pada daerah dengan suhu panas dan kelembaban tinggi, oocyst dapat tahan hidup sampai satu tahun. Fase ekstraintestinal dapat terjadi pada semua hewan atau manusia yang terinfeksi. Pada fase ini, bentuk tachyzoite (trophozoite) dapat menyebar ke berbagai organ melalui sirkulasi. Dalam jaringan akan berubah menjadi zoithocyste (bradyzoite) yang dapat menjadi persisten selama hidup, menjadi bentuk infeksi khornik atau laten. Dewasa ini setelah siklus hidup toxoplasma ditemukan maka usaha pencegahannya diharapkan lebih mudah dilakukan. Pada saat ini diagnosis toxoplasmosis menjadi lebih mudah ditemukan karena adanya antibodi IgM atau IgG dalam darah penderita. Diharapkan dengan cara diagnosis maka pengobatan penyakit ini menjadi lebih mudah dan lebih sempurna, sehingga pengobatan yang diberikan dapat sembuh sempurna bagi penderita toxoplasmosis. Dengan jalan tersebut diharapkan insidensi keguguran, cacat kongenital, dan lahir mati yang disebabkan oleh penyakit ini dapat dicegah sedini mungkin. Pada akhirnya kejadian kecacatan pada anak dapat dihindari dan menciptakan sumber daya manusia yang lebih berkualitas. Penyebaran Penyebaran toxoplasma dapat melalui berbagai cara. Oocyst feses kucing dapat menginfeksi peroral melalui makanan atau minuman yang tercemar, infeksi secara langsung melalui tangan yang tercemar, atau perinhalasi. Stadium trophozoite dapat ditemukan pada sistem sirkulasi, sehingga dapat menyebar melalui transfusi darah, transplantasi organ, air liur, air susu. Pada stadium bradyzoit, toxoplasma dapat menyebar melalui makan daging yang kurang matang atau melalui transplantasi organ. Toxoplasma dapat juga ditularkan secara vertikal dari ibu ke fetusnya (transplasental). Gejala Gejala toxoplasmosis timbul terutama pada individu/hewan yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh, tetapi tidak patognomonik, sehingga dapat menyulitkan diagnosa. Pada individu immunocompromised, toxoplasmosis biasanya dapat menjadi fatal dan dapat menyebabkan kematian, karena menyerang berbagai organ-organ penting. Manifestasi klinis tergantung pada organ yang terinfeksi, misalnya saluran nafas pneumonia, bronchitis, laryngitis (batuk-batuk, sesak nafas), hepatitis (muntah, diare, joundice), jantung (sakit dada, sesak nafas), sistem saraf (inkoordinasi, retardasi mental), dll. Toxoplasmosis pada kehamilan Infeksi aktif pada ibu hamil, dapat menyebabkan abortus atau keguguran, kelainan kongenital atau kecacatan, pembesaran limpa dan hati pada bayinya. Kekuningan pada kulit dan mata (jaundice); infeksi mata yang berat, dan lain-lain. Infeksi pada trismester 1 atau 2 jarang terjadi, tetapi menimbulkan gejala yang paling berat. Kehamilan dapat mengalami abortus atau bayi lahir premature. Sebanyak 75% bayi lahir tanpa gejala, tetapi penyakit tetap bersifat progresif apabila tidak diterapi; 17% terlihat gejala hydrocephalus, khorioretinitis, pengapuran intrakranial; 8% mengalami kerusakan sistem saraf pusat, dan anak mengalami retardasi mental dan fisik. Infeksi toxoplasma pada trismester 3 paling sering terjadi, dan gejalanya sangat ringan atau tidak menimbulkan gejala yang berarti. Wanita muda yang pernah terinfeksi sebelum hamil tidak akan menularkan toxoplasma ke fetusnya apabila hamil, kecuali apabila pada titer antibodinya ditemukan titer tinggi IgM (bukan IgG). Pada individu yang pernah terinfeksi toxoplasma akan memperoleh long-live immunity terhadap reinfeksi, kecuali pada individu immunocompromised, toxoplasmosis dapat menjadi laten. Diagnosa Diagnosa toxoplasma sulit ditentukan apabila hanya berdasar gejala klinis, karena gejalanya sering mirip dengan gejala penyakit lainnya (non-patognomonik). Gold standard diagnosis untuk toxoplasmosis sampai sekarang adalah pengukuran titer antibodi. Ditemukannya IgM merupakan petanda infeksi akut, baru saja terjadi dan merupakan bentuk infeksi aktif. IgG merupakan petanda infeksi telah berlangsung lama atau khronis. Biopsi jaringan kadang dilakukan untuk menemukan oocyst, tetapi hal ini sulit, dapat menimbulkan rasa sakit dan komplikasi. Pemeriksaan cairan amnion, dapat membantu resiko terinfeksinya fetus pada ibu yang didiagnosa positif terinfeksi, tetapi hal ini tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan komplikasi. Riwayat penyakit dan riwayat pengobatan kadang membantu diagnosa. Terapi Jadi jika anda merencanakan kehamilan atau sedang hamil , anda dapat berkonsultasi ke dokter anda apakah anda perlu untuk melakukan tes Toxo ini. Pada tes toxoplasmosis biasanya akan dinilai titer dari Ig M ( serangan Akut /sedang terjadi) dan Ig G ( antibodi terbentuk - pernah terjadi dimasa lalu ). Bila pada tes Toxo dinyatakan positif aktif toxoplasmosis (Ig M), maka selanjutnya bila anda sedang hamil maka akan dilakukan pemeriksaan apakah bayi anda terinfeksi juga. Jika hal ini terjadi, dokter akan memberikan pengobatan terhadap infeksi Toxo ini, dan pengobatan akan memperendah resiko kelainan pada bayi dalam kandungan anda. Untuk terapi, obat yang biasanya dipergunakan adalah pyrimethamine yang dikombinasi dengan preparat sulfa. Obat tersebut toksik untuk kucing, sehingga biasanya diberikan dalam dosis kecil. Asam folat atau multivitamin dapat diberikan untuk memperbaiki kondisi tubuh. Kortikosteroid kadang diberikan dengan dosis yang sesuai, untuk menurunkan reaksi inflamasi. Obat lain yang sering digunakan adalah spiramisin, klindamisin. Pencegahan Bila sedang hamil, pencegahan yang dapat dilakukan; Hindari makan makanan yang dimasak setengah matang atau mentah. Memasak bahan makanan dengan benar. Pemanasan pada suhu 700C selama 15- 30 menit dapat mematikan oocyst Pengasapan, pengasaman, pengasinan makanan tidak dapat mematikan kista Bersihkan lalapan, sayuran dan buahan sebelum dimakan dengan benar. Bila membersihkan sampah atau tempat sampah, jangan lupa menggunakan sarung tangan, atau sebaiknya serahkan tugas ini kepada anggota keluarga lainnya. Pendonor darah/organ sebaiknya dilakukan screening test untuk toxoplasma Dilakukan pemeriksaan serologis pada wanita yang merencanakan hamil Hewan atau individu yang terlihat sakit sebaiknya segera dibawa ke dokter hewan/dokter. Pakailah sarung tangan bila ingin mengerjakan pekerjaan kebun atau perkarangan, untuk menghindari kontak langsung dari kotoran hewan yang terinfeksi. Bagi yang suka memelihara kucing : Bila anda memelihara kucing, maka saat anda mencoba untuk hamil atau sedang hamil, serahkanlah tugas membersihkan kotoran kucing kepada anggota yang lainnya. Bersihkanlah kotoran kucing anda setiap hari dan ingat untuk menggunakan sarung tangan dan cucilah tangan anda setiap selesai membersihkan. Cucilah tangan setiap selesai bermain dengan kucing anda Buanglah kotoran kucing dalam plastik ke tempat sampah, jangan menanam atau meletakanya di dekat kebun atau taman anda. Jangan memberi makan daging mentah untuk kucing anda. Periksakanlah ke dokter hewan bila anda melihat bahwa kucing anda terdapat tanda-tanda sakit. Kucing yang dipelihara didalam rumah, yang tidak diberi daging mentah, dan tidak menangkap burung atau tikus, biasanya tidak terinfeksi. Bersihkan tangan, alat-alat dapur ( seperti; papan atau alas untuk memotong) yang dipakai untuk mengelola daging mentah, hal ini untuk mencegah kontaminasi dengan makanan lainnya. Jangan minum susu UNPASTEURIZED dari hewan sumber : http://smart-pustaka.blogspot.com/2011/09/toxoplasmosis.html

Kamis, 08 Desember 2011

SING TO KXTV

8 Desember 2011 hari ini adalah hari terahkir Ujian, yaitu Ujian bahasa Indonesia. dari pagi jam 11 brkt ujian, smpe nunggu si Enci bahasa Indonesia, yg gk ada kabar. temen - temen udah kayak orang gila d kelas, mau nya gk ujian aja... udah se jam berlalu, jam 12 de dia bru dtg. temen2 pada gk seneng ama nie Enci, soalnya dia itu suka minta bli 10rb buat bli modul yg hanya 10 lembar... hahahaha ujian agak sulit, semua jawaban ku tanya ama irwin, irwin nyana ma si Lia si,.. tapi ragu jawaban Esei, gk bener de kayaknya.. gk apalah, yg peng udah berusaha. setelah selesai Ujian kita langsung SING, itu lo lomba nyanyi.. lomba nyanyi kayak idola Cilik,. banyak temen yg iktu, ada saya,rizky,fajrul,yusfan,anto,ufi,fariz, dan temen wanita zhia,chiko, iin, ama si sahriani.. ya Sing nya hanya 2 jam, tpi puas ko.. lanjut jalan bentar di mantos 2, soalnya fariz ngbet banget mo ke mantos 2... udah ku temenin ajam ama temen2 lainya.. muter2 dan gk ada yg pada bli, sahrini mau beli sandal tpi itu dia massalahnya,. yg gue heran nie kariayan, kenapa salah mulu ? pertama dia ambl salah ukuran, kedua warnanya beda. dan ujung2nya gk ada.. ye memang nie, krna nda ada yg bli jdi pergi aja dri nie tempat, lanjut main si di timezone, krna sahrini mau main katanya... ya main aja sembarang,. hahaha,. selesai main, ya pulang de, soalnya temen2 udah pada cpe, ada yg sakit perut, sakit kepalah, pokoknya banyak alasannya,.. oke sekian dulu ne,. besok cerita lagi.... Meu Malam All THX Guyss For Today,.

Senin, 05 Desember 2011

EXAM SEMESTER 3

Assalamualaikum Ujian kali ini, ada 4 modul, 1. leukemia 2. ISPA 3. ISPB 4. BAHASA Hari ini awal mulai ujian, tgl 5 des 2011,. leukemia cukup sulit tapi bisa d lalui, tdi nanya jawaban ama si Patrik Reteng. tapi baru tauh setelah habis ujian klau soalnya beda,.. memang nasib !! oke next harus lebih teliti lagi,. sekarang hanya belajar ISPA, moga besok bisa berhasil dan lancar,..

Rabu, 30 November 2011

Kulia Gak Jelas

Modul semester 3 blog 2 ini ada 4 modul, 1- leukemia 2- saluran nafas bawah 3- saluran nafas atas 4- bahasa Paling gak jelas itu modul bahasa, pelajaran kayak anak smp itu untk bahasa ing. Bahasa indo lebih parah lagi, pelajaran SD. Dosen udah gk jelas. Semuanya gk jelas, trus buat coba nyuru buat makalah, modul mahal amat, 10 lembar aja harganya 10rb. Selembar 1 rb kertas anti air dan anti api. Makanya mahal. HahahA Sekarang lgi giat belajar untk ujian semester. Moga sukses ujian kali ini.

Jumat, 15 Juli 2011

Pray For Soputan



Gunung Soputan di Sulawesi Utara meletus pada Minggu (3/7/2011) dengan mengeluarkan semburan asap dan abu hingga setinggi 5.000 meter ke udara. Seperti dilansir Kantor Berita AFP, gunung ini meletus pada pukul 06.03 pagi tadi.Hingga berita ini diturunkan, belum dilakukan evakuasi terhadap pemukiman penduduk yang berada di kaki gunung tersebut. Hal ini diterangkan Iing Kusnadi, seorang peneliti gunung berapi yang memantau aktivitas Gunung Soputan.

“Gunung berapi ini meletus tadi pagi. Selain debu dan asap, letusan pun menghasilkan gas panas, namun hanya berdampak di sekitar kawah saja," ungkap Iing.

Menurutnya, jarak aman evakuasi menyusul letusan ini adalah enam kilometer dari pusat letusan. Beruntung, dalam radius tersebut belum ada permukiman warga, selain hutan. “Saat ini kondisi masih aman. Namun kami akan terus melakukan monitor atas aktivitas gunung tersebut," tambahnya.

Perkampungan terdekat dari puncak gunung berjarak 8 kilometer sebelah barat pusat letusan yang berada di ketinggian 1,783 meter (5,800 kaki). Soputan, adalah satu gunung berapi  paling aktif di Sulawesi. Terakhir, gunung ini meletus pada tahun 2008 silam. Namun tak ditemukan catatan mengenai dampak akibat letusan tersebut.

OTOSKLEROSIS

Proses pendengaran merupakan salah satu fungsi yang penting dalam kehidupan tiap manusia. Saat ini banyak gangguan yang dapat menyebabkan...